Beranda > ARTIKEL > GURU : ANTARA PILIHAN DAN TANTANGAN

GURU : ANTARA PILIHAN DAN TANTANGAN

Menjadi seorang guru kini merupakan sebuah profesi yang mulai diminati oleh banyak orang. Ratusan bahkan ribuan orang kini saling berebut untuk mendapatkan profesi ini bak kerumunan orang yang melihat diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan. Dengan semakin membaiknya kondisi kesejahteraan guru dibandingkan dulu serta adanya sertifikasi yang belum lama ini dilakukan oleh pemerintah, sudah barang tentu guru menjadi salah satu profesi pilihan.

Kita patut bangga dan memberi apresiasi penuh melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap profesi guru saat ini. Tidak dapat dipungkiri, keberadaan guru ditengah-tengah masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Menekuni profesi sebagai seorang guru, tidak hanya terbatas di sekitar lingkungan sekolah saja, tetapi juga bertanggungjawab terhadap masyarakat yang ada disekelilingnya. Hal ini merupakan suatu bentuk konsekuensi yang harus diterima seorang guru bahwa mereka memang orang yang patut ditiru dan digugu tidak hanya dilingkungan sekolah, namun juga dalam masyarakat.

Sebagai ujung tombak perubahan bangsa, sudah sepatutnya guru mendapatkan tempat yang lebih mulia dan terhormat dibandingkan dengan profesi yang lain. Memilih menjadi seorang guru adalah pilihan yang tidak begitu saja mudah diambil oleh seseorang, apalagi bila dibandingkan dengan menjadi anggota Dewan, pengusaha ataupun politikus yang hidupnya jauh lebih terjamin. Motivasi seseorang untuk menjadikan profesi guru sebagai pilihan hidupnya merupakan sebuah bentuk kepedulian terhadap kondisi pendidikan bangsa yang banyak didera kecacatan. Tidak bisa dihitung dengan pasti berapa jumlah dan berapa macam permasalahan yang melingkupi pendidikan kita dan menjadikan guru sebagai kambing hitam dibalik semua itu.

Lepas dari semua permasalahan yang ada, pilihan untuk menjadi seorang guru berarti pula menjalani sebuah tantangan berat meningkatkan mutu pendidikan bangsa. Menurut Raka Joni (Conny R. Semiawan dan Soedijarto, 1991), bahwa hakekat tugas guru pada umumnya berhubungan dengan pengembangan sumber daya manusia yang pada akhirnya akan paling menentukan kelestarian dan kejayaan kehidupan bangsa. Dengan kata lain bahwa guru mempunyai tugas membangun dasar-dasar kehidupan manusia yang akan dijalani dimasa mendatang. Mengingat hakekat tugas guru yang demikian, guru memiliki tanggungjawab tidak hanya menyampaikan ide-ide, akan tetapi ia juga menjadi suatu wakil dari suatu cara hidup yang kreatif serta suatu simbol kedamaian dan ketenangan. Oleh karena itu, guru merupakan penjaga peradaban dan pelindung kemajuan. (Meyer dalam Dirto Hadisusanto, Suryati Sidharto dan Dwi Siswoyo, 1995).

Melalui berbagai bentuk usaha guru dalam menjalani tantangan pendidikan nyata yang ada, guru dituntut untuk dapat mengejawantahkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, bangsa dan negara dalam diri pribadinya. Hal ini dimaksudkan agar dalam setiap pribadi guru tertanam nilai-nilai yang dapat mengarahkan pada kemampuan untuk mengembangkan fungsinya secara lebih luas. Suatu persayaratan yang cukup berat memang untuk memenuhi kualifikasi sebagai seorang guru. Tidak berlebihan pula apabila kini pemerintah menetapkan standar yang tinggi bagi para calon guru, mengingat begitu banyaknya persoalan pelik yang masih saja terus membelenggu pendidikan kita sehingga perlu dipersiapkan guru-guru yang mampu bertahan dalam kondisi yang demikian.
Menjadikan profesi guru baik sebagai pilihan maupun tantangan hendaknya tidak melupakan apa yang menjadi hakekat tugas guru dan tanggungjawabnya terhadap masyarakat, bangsa dan negara. Dengan adanya keserasian antara keduanya, diharapkan akan dapat memberikan efek positif terhadap mutu pendidikan di Indonesia dan berimbas positif pula terhadap profesi guru dimasa yang akan datang.

Iklan
Kategori:ARTIKEL
  1. Januari 13, 2010 pukul 12:58 pm

    Mampukah kita menjadi guru yang benar-benar profesional?
    Untuk apa sebenarnya kita menjadi guru?
    Mampukah kita melewati tantangan pendidikan dimasa depan?

  2. Januari 13, 2010 pukul 3:37 pm

    Jadikan guru sebagai panggilan jiwa
    bukan sebagai panggilan materi..,
    jadi jika mau menjadi guru yang profesional harus benar-benar iklas tanpa pamrih ,..!!!:))
    menjadi guru dan mencerdaskan anak bangsa adalah perbuatan yang sangat mulia bung,,,,
    wallah pinter to aku,,,?>???

  3. Januari 13, 2010 pukul 5:05 pm

    semoga kelak kita menjadi guru yang profesional,amien…….

  4. Januari 24, 2010 pukul 6:51 pm

    TERIMAKASIH ATAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN/REFRENSI UNTUK REGENERASI. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: