Pendidikan Tidak Melulu Bicara Soal Uang

Apa jadinya ketika pendidikan bertujuan hanya untuk menghasilkan uang. Mungkin orang akan berpendapat berbeda mengenai hal ini. Tetapi satu hal yang pasti bahwa pendidikan yang berorientasi hanya untuk menghasilkan uang akan melahirkan pendidikan yang lebih mementingkan hasil ketimbang memperdulikan proses pendidikan itu sendiri.

Suatu keegoisan bila pendidikan semata-mata hanya berbicara soal uang. Ditengah krisis ekonomi yang terus melanda Indonesia, hampir semua aspek kehidupan mengalami dampak negatif tidak terkecuali aspek pendidikan. Pendidikan mulai mengubah haluannya kearah yang berlawanan dari hakekat pendidikan yang sebenarnya. Pendidikan tidak lagi menjadi sarana untuk berusaha mencari jalan keluar dari krisis yang sedang dihadapi, tetapi justru mengarahkan orang untuk ikut terjerumus dan berleha-leha menikmati krisis tersebut.

Keberhasilan tidak hanya dapat dinilai dengan uang, termasuk pula keberhasilan dalam pendidikan. Memang, dengan uang seseorang dapat memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengenyam pendidikan. Bahkan dengan uang, seseorang dapat memiliki gelar pendidikan yang diinginkan tanpa harus melalui proses kerja keras yang menyita banyak waktu dan pikiran. Uang juga berperan besar dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Tetapi bukan suatu hal yang bijak apabila uang dianggap segala-galanya hingga mampu menyeret orang untuk menjadi penghamba uang.

Sebuah kekhawatiran yang perlu menjadi perhatian serius dari semua pihak untuk segera dicarikan solusinya. Bukan suatu hal yang tidak mungkin jika kondisi seperti ini terus dibiarkan tanpa ada kepedulian, pendidikan Indonesia hanya akan menjadi tong kosong belaka. Sungguh ironis ketika kita melihat orang dengan sungguh-sungguh bekerja keras demi memperoleh pendidikan, tetapi di lain pihak, tidak sedikit orang yang menjadikan pendidikan sebagai sesuatu yang dapat diperjual-belikan. Tidak mengherankan bila melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini. Suatu hal yang kiranya dapat menjadi bahan pertimbangan dan introspeksi diri. Kita tidak dapat menyalahkan siapapun. Sudah sangat terlambat bagi kita untuk mencari kambing hitam dibalik semua ini. Sudah saatnya pendidikan Indonesia segera mencari jalan keluar untuk segera beranjak dari keterpurukan dan kembali ke jalan yang benar.

Harapan yang menjadi tumpuan banyak orang dari pendidikan memang hampir tertutup. Tetapi setidaknya masih ada sedikit celah kecil yang dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk membuka lebar kesempatan menuai harapan tersebut lewat kesadaran dan kejujuran. Kita harus mulai menyadari bahwa proses memperoleh sesuatu jauh lebih bermakna ketimbang hanya sekedar hasil yang diperoleh. Sebuah hasil tidak akan bermakna apapun ketika diperoleh dari proses ketidakjujuran. Sebaliknya, sebuah hasil baru akan bermakna bila dalam memperoleh hasil tersebut dilakukan dengan proses yang penuh dengan kejujuran. Sama halnya dengan proses pendidikan. Pendidikan yang dilandasi dengan kejujuran akan menjadi kunci sukses memperoleh hasil dari proses yang lebih bernilai dan bermakna.

Segera kita harus bangkit dari imajinasi dan halusinasi yang terus membelenggu dunia pendidikan Indonesia. Tidak seharusnya kita terus menutup mata dan tidak peduli terhadap kenyataan ini. Kini saatnya untuk membuka lebar pandangan dan pemikiran yang dilandasi dengan kesadaran dan kejujuran untuk membangkitkan kembali pendidikan Indonesia. Sebuah tanggungjawab besar yang menjadi hak sekaligus kewajiban setiap orang untuk berusaha mewujudkan hal tersebut demi pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Iklan
Kategori:ARTIKEL
  1. Desember 30, 2009 pukul 9:03 am

    mamang betil saudara,,,
    saya setuju…
    tapi gimana mau dapat pendidikan kalau tidak punya uang,,
    sekarang kalau gak punya uang sulit buat dapat pendidikan Cuy.
    Tapi bisa juga seh…

  2. Desember 30, 2009 pukul 9:07 am

    alah uang terus sek di omongke,…………hi…hu….

  3. Desember 30, 2009 pukul 9:31 am

    yups,bner bgt tuh zaman skrang uang sgaLanya…end kasihan orang yg g pny uang g bsa skuL coy..

  4. Januari 4, 2010 pukul 6:45 am

    bener git,, skarang jamane duit,, opo2 mesti ngango duit, kyaknya skarng tuh nek pengen skul harus punya duit bnyakk, skarng ga bsa di bedain mana skul negeri n swasta cz pdo2 seng larang….

  5. Januari 7, 2010 pukul 6:22 am

    Saya setuju dengan isi artikel yang anda tulis. Semestinya uang sudah tidak lagi menjadi orientasi pokok bagi sebuah sekolahan atau bagi seorang pendidik sekalipun ketika menyelenggarakan pendidikan. Keikhlasan dan ketulusan untuk mendidiklah yang semestinya diutamakan.

  6. Januari 8, 2010 pukul 7:08 am

    ehm,, sekarang pendidikan harus memikirkan keuangan,,,

    karena pendididkan sekarang kayak maen bursa disaham gara BHP

  7. ikakusuma
    Januari 14, 2010 pukul 7:21 am

    iya, seharusnya pendidikan untuk semua tanpa membedakan si kaya dan miskin. ya g?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: